Breaking Analysis

Gagalnya Perundingan Damai Iran & Amerika Serikat

Deadlock total di Islamabad membuka babak baru ketegangan: operasi maritim Amerika, ancaman nuklir Iran, serta manuver diam-diam China dan Rusia di panggung geopolitik global.

📅 2025 🎙 Prof. Budi × Andromeda Mercury 📺 Breaking News One
🇮🇷 Iran
🇺🇸 Amerika Serikat
🇨🇳 China
🇷🇺 Rusia

Para Ahli dalam Wawancara

🎓
Analis Militer
Prof. Budi
Pakar strategi militer dan geopolitik Iran, Irak, Azerbaijan & Turkmenistan. Bergabung dengan Breaking News One sejak 2009.
🎤
Pewawancara
Andromeda Mercury
Jurnalis dan host program berita Breaking News One, spesialis liputan konflik internasional.

Poin Analisis Terpenting

"Welcome to the jungle warfare, welcome to the winter warfare, welcome to the tunnel warfare, welcome to the desert warfare. Amerika tahu betul bahwa perang darat ini akan menjadi war of attrition — yang lumpuh bukan Iran, yang lumpuh akan Amerika."
— Prof. Budi, tentang kemungkinan perang darat
"Deadlock ini equal dengan sanksi berat, plus konflik Hormuz, plus keamanan regional. Ketiganya unbargainable — tidak ditemukan titik tengah, tidak ditemukan irisan."
— Prof. Budi, merumuskan penyebab kebuntuan
"China bilang seperti yang Rusia katakan: itu yang Om suka. Amerika sibuk ke CENTCOM, bukan lagi fokus ke INDOPACOM. Inilah yang namanya advantages of the warfare."
— Prof. Budi, tentang manuver China & Rusia
"Dari nuclear for peace to nuclear for war — just a matter of pushing the button. Slip of the tongue pemimpin Iran menjadi simptom paling berbahaya dalam krisis ini."
— Prof. Budi, tentang ancaman nuklir Iran

Formula Kebuntuan Total

Rumus Deadlock menurut Prof. Budi
⚡ Sanksi Berat
+
🚢 Konflik Hormuz
+
🌍 Keamanan Regional
=
💥 DEADLOCK TOTAL
Sanksi
Tekanan ekonomi AS yang tidak dapat ditoleransi Iran tanpa konsesi besar
🚢
Hormuz
Selat vital yang menjadi center gravity Iran dan backbone operasi AS
🛡
Keamanan Regional
Peran proxy Iran di kawasan: Hizbullah, Houthi, dan jaringan lainnya

Mosaic Defense: Benteng Total Iran

🗺
Desentralisasi Ekstrem — 31 Wilayah
Semua kekuatan militer dibagi merata di 31 areal. Jika Teheran jatuh, Tabriz tidak jatuh. Jika Tabriz jatuh, Isfahan tidak jatuh. Sistem logistik, alutsista, dan personil mandiri di setiap wilayah.
IRGC + ARTESH MASIH FRESH
Pegunungan Zagros & Alborz
Benteng alam yang mempersulit invasi darat dan memberikan keunggulan defensif
🏜
Dasht-e Lut & Dasht-e Kavir
Gurun ekstrem sebagai natural fortress yang menyulitkan logistik penyerang
🕵️
Intelijen Terdesentralisasi
Jaringan intelijen di setiap kuartal wilayah Iran
🚀
Kapasitas Serangan Balik
Gangguan jalur perdagangan Hormuz sebagai balasan atas serangan maritim AS

Keuntungan Para Aktor dari Konflik

Skenario yang Akan Terjadi

Fase 1 — Kini
Deadlock & Operasi Maritim AS
Perundingan Islamabad gagal total. AS melanjutkan operasi maritim di Selat Hormuz. Klaim dan counter-klaim antara CENTCOM dan Iran dalam propaganda warfare.
Fase 2 — Segera
Serangan Balik Iran & Air Strike Israel
Iran menghalau masuknya kapal AS ke pantai dan mengganggu jalur perdagangan. Israel melanjutkan air strike terhadap proxy Iran (Hizbullah, dll) tanpa menunggu kesepakatan.
Fase 3 — Perang Terbatas
Konflik Laut & Udara Intensif
Konflik terbatas di laut dan udara. Perang darat dianggap "almost impossible" karena risiko attrition war yang justru akan melumpuhkan AS, bukan Iran.
Fase 4 — Tekanan Baru
Saudi & Negara Teluk Menekan Iran
AS membangun agenda baru: menggunakan tekanan keamanan regional melalui Arab Saudi dan negara Teluk untuk memeras posisi Iran dalam negosiasi.
Fase 5 — Kemungkinan
Perundingan Ulang
Peluang negosiasi masih terbuka setelah masing-masing pihak mengalami tekanan. Iran kemungkinan mengundang Rusia dan China secara resmi sebagai leverage diplomatik.

Siapa Menginginkan Apa?

Negara Kepentingan Utama Posisi
🇺🇸 Amerika Serikat Kontrol Selat Hormuz, denuklirisasi Iran, dominasi Teluk Persia Ofensif — operasi maritim & air strike via Israel
🇮🇷 Iran Kedaulatan nuklir, lepas dari sanksi, keamanan rezim Khamenei Defensif total — mosaic warfare, ancaman nuklir
🇨🇳 China BRI lewat Sistan-Balochistan, AS lepas fokus dari INDOPACOM Diam-diam mendukung Iran, tidak ingin head-to-head dengan AS
🇷🇺 Rusia AS tidak fokus bantu Ukraina, melemahkan dominasi AS global Diuntungkan tanpa harus terlibat langsung
🇮🇱 Israel Menghancurkan kekuatan proxy Iran, mencegah nuklir Iran Air strike berkelanjutan terlepas dari negosiasi AS-Iran

Selat Hormuz — Center of Gravity

20%
dari minyak dunia melewati Hormuz setiap harinya
Global Oil Transit
54 km
lebar selat di titik tersempit
Lebar Minimum
17 juta
barel/hari melintas selat
Volume Harian
#1
chokepoint minyak terpenting di dunia
Ranking Strategis
Militer (AS)
95%
Ekonomi Global
92%
Leverage Iran
88%
Risiko Eskalasi
78%
Perang Darat AS
12%

Tingkat Pengayaan Uranium Iran

0% 60% 90%+ 60% SAAT INI
Iran saat ini telah mencapai pengayaan uranium 60%. Untuk senjata nuklir dibutuhkan 90%+. Prof. Budi menilai transisi ini hanya "matter of pushing the button".
20%
Low Enriched
60%
Saat Ini ⚠
90%+
Weapons Grade ☢

Wawancara Lengkap

🎙
Prof. Budi × Andromeda Mercury
Breaking News One · Analisis Geopolitik Iran–AS
Segmen 1 — Perang Darat & Mosaic Defense
🎤 Andromeda Mercury
Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat gagal. Prof. Budi, apakah Prof. Budi melihat dalam waktu dekat — hitungan jam mungkin — akan terjadi perang darat agresi dari AS ke Iran? Karena sepertinya fase perundingan tertutup rapat.
🎓 Prof. Budi
Jadi begini, Mas. Kalau Mas menyampaikan bahwa akan terjadi perang darat itu too early to analysis. Jadi terlalu cepat Mas menganalisis itu. Karena apa? Karena ke depan ini yang akan terjadi tentunya Amerika akan tetap melanjutkan operasi maritimnya. Otomatis di sini Iran juga tidak tinggal diam. Pasti akan membalas dengan serangan laut tentunya pantai. Kemudian dia menghadang Amerika, sementara Israel tetap melanjutkan air strike. Inilah yang akan terjadi perang terbatas.

As mention from the beginning, saya tadi sudah sampaikan sama Mas, kalau bicara perang darat ini almost impossible, almost in logic actually kalau dilakukan sama Amerika. Tapi kalau seandainya Amerika ini sudah have no god, tidak ada lagi nyalinya dan dia tetap melakukan perang darat dengan segala risiko domestically secara dari dalam maupun dari luar. Mau tidak mau dia cracked down masuk ke dalam dengan perang darat. Maka welcome to the jungle warfare, welcome to the winter warfare, welcome to the tunnel warfare, welcome to the desert warfare yang ada di sana. Dia akan siap dengan segalanya. Tinggal Amerika saja melihat bagaimana kesiapan dia.

Sementara di Iran, di Iran ini baru angkatan udara sama angkatan lautnya yang let's say exhaust dengan air strike dengan serangan-serangan laut dan lain sebagainya. But the army, itu army yang divided into two part, dibagi dua, baik Artesh maupun IRGC. Ini masih fresh. Kefresan dia ini akan menyambut dengan sistemnya yang Iran punya. Selama ini kita tahu bahwa mosaic defense-nya dia ini akan diverse. Semua kekuatannya dia dibagi diratakan di Iran dari 31 areal ini. Kemudian dia juga desentralisasinya ekstrem. Jadi ekstrem. Kenapa saya katakan ekstrem? Bisa jadi kalau misalnya Teheran jatuh, itu Tabriz tidak jatuh. Bisa Tabriz, Esfahan tidak jatuh. Karena apa? Desentralisasi ekstrem. Semuanya mempunyai bahan-bahan peranglah. Saya katakan dengan gampang. Alutsistanya siap, jalur logistiknya siap, personil IRGC dan Artesnya siap. Di sana termasuk intelijennya siap perempat yang ada di Iran. That's what you call it mosaic defense or total warfare.

Saat sekarang ini ditambahkan lagi dengan itu tadi natural fortress, bagaimana dia punya Zagros, bagaimana dia punya Alborz, bagaimana dia punya Dasht-e Lut, dia punya Dasht-e Kavir. Ini adalah tempat-tempat yang mau tidak mau merupakan aset dan sekaligus ini adalah modal dan ini sekaligus adalah leverage-nya Iran kalau melakukan perang darat dengan Amerika.

And again, Mas, saya sampaikan: I don't think so. Amerika akan melakukan perang darat. Dia tahu betul kalau perang darat ini exhaust state. Perang darat ini dampak terakhirnya akan menjadi attrition war, war of attrition. Akan terjadi pelumpuhan di sana. Kebalikannya, titik balik di sana yang lumpuh bukan Iran. Yang lumpuh akan Amerika. If you go to the jungle, if you go to any wars that I mention, perang-perang yang saya sampaikan tadi.
Segmen 2 — Keterlibatan China & Rusia
🎤 Andromeda Mercury
Selain AS dan Iran, ada juga dugaan bahwa China juga terlibat dalam perundingan yang sebenarnya tidak muncul ke permukaan. China ikut campur tetapi tidak terlihat — karena dugaan awal China mengirimkan senjata ke Iran tapi langsung diancam balik oleh Trump jika Beijing betul-betul ikut-ikut dalam proses negosiasi yang akhirnya berjalan buntu ini. Bagaimana Anda melihat keterlibatan China, Prof?
🎓 Prof. Budi
Mas, saya juga too early to analyze kalau saya sampaikan bahwa ini perang. Perangnya siapa sih, Mas? Ini perang ini sebetulnya perangnya dua orang ini antara Amerika dan China. Ini kan kita sadar sesadar-sadarnya bagaimana South China Sea Amerika sama China. Bagaimana dengan BRI yang lewat melintas-lintas ke Sistan Balochistan sama Saudi Arabia dan Teluk — semua yang economically ini China kan mau tidak mau unggul dalam hal ini. Amerika kan tidak mau ini.

Sudah jelas for sure kalau yang namanya Rusia sama China ini tidak akan pernah mau melihat dominasi Amerika di Teluk. Cuma caranya ini dia tidak mau langsung face to face, head to head. Kayak Rusia nih. Saya agak melebar sedikit jadinya karena Mas bicara China, mau tidak mau Rusia. Iya, karena ini soulmate-nya. Rusia sendiri pasti diuntungkan. Kenapa? Dia kan lagi ongoing sama Ukraina. Dengan adanya Amerika sibuk-sibuk sedikit dengan urusan ini, Middle East dengan urusan Israel, perang Teluk, kemudian Iran yang sebegitunya. Sudah berarti dia tidak konsen dan dia tidak komit untuk bantu-bantu Ukraina. Ini bagi Rusia kan, orang bilang bahasa gampangnya ini yang Om suka. Ini yang dia sukai sama Rusia.

China pun begitu. Dengan adanya Amerika ini sibuk ke CENTCOM, bukan lagi sibuk fokus on INDOPACOM. Nah, bagaimana dengan AUKUS? Bagaimana dengan Squad? Kan yang memang ada di sana. Siapa father ininya, bapaknya di sana? Amerika. Kalau Amerika sibuk ke sana, kembali lagi kata China seperti yang Rusia katakan, itu yang Om suka. Jadi ada, Mas, inilah yang namanya advantages, advantages of the warfare. Jadi untung ruginya konflik, untung ruginya perang itu tidak akan Mas bisa dipisahkan dari konflik. Di sana ada untung, di sini ada rugi. Di sini ada rugi, di sana ada untung.
Segmen 3 — Hormuz & Propaganda Warfare
🎤 Andromeda Mercury
Berdasarkan analisa keyakinan dari Prof. Budi, apakah mungkin perundingan antara Iran dan Amerika Serikat bertemu lagi? Beberapa poin yang dianggap ini merupakan hambatan paling krusial — Hormuz dan juga pengayaan nuklir di Iran — mungkin tidak itu diperbincangkan lagi atau tertutup rapat sama sekali? Sesaat lagi kita harus jeda. Breaking news pemirsa.
🎤 Andromeda Mercury
Saya kembali berdialog bersama dengan Prof. Budi. Apakah betul Prof. Budi melihat klaim dari Komando Pusat CENTCOM Amerika Serikat yang mengklaim dua kapal perang telah memulai operasi di Selat Hormuz tapi dibantah langsung oleh Iran? Apakah ini tandanya Selat Hormuz secara perlahan akan terbuka untuk Amerika Serikat? Itu mungkin atau mustahil, Mas?
🎓 Prof. Budi
Ini kan informasi. That's what we call it propaganda warfare. That's what call it military campaign. Sah-sah saja Amerika mengklaim seperti itu dan sebaliknya Iran juga sah-sah saja mengklaim seperti itu. Yang saya bilang bahwa ini memang propaganda warfare. Tapi begini, Mas. Kalau saya jadi Iran, melihat ini adalah sebuah simptom. Simptomnya adalah berarti dia sudah mulai masuk ke Hormuz atau at least dia sudah membersihkan ranjau-ranjau laut yang ada di sana. Itu kalau saya jadi Iran. Jadi tidak perlu mengklaim bahwa dia sudah masuk atau sudah keluar, tapi justru untuk persiapan saja.

Kenapa? Begini, Mas. Saya tadi mengulangi lagi bahwa deadlock itu equal with the power of sanction plus lagi conflict of Hormuz, plus lagi security regional. Jadi, Mas, maksud saya ini nanti yang akan terjadi fase demi fasenya kira-kira adalah Amerika tetap melakukan operasi maritim ini. Operasi maritim untuk apa? From the beginning Amerika itu Hormuz, Hormuz, Hormuz. Kenapa? Karena Hormuz ini bukan hanya militarily advantages, bukan hanya secara militer keuntungannya, tapi juga economically benefit. Jadi keuntungan ekonomi. Makanya dia bersikeras sekali bahwa ini adalah center gravity-nya Iran dan sekaligus ini adalah backbone operation-nya dari Amerika. Makanya harus dihancurkan — maksudnya harus dibawa kekuasaannya Amerika — untuk dibandingkan pengayaan uranium, dibandingkan senjata nuklir.
🎤 Andromeda Mercury
Kayaknya lebih penting ini, Prof, melihatnya.
🎓 Prof. Budi
Itu if we are talking about uranium, ini kan masih ambigu whether IAEA menyatakan benar weaponization bahwa ini memang untuk pertempuran, untuk peperangan, for war, atau nuclear for peace. Ini masih ini. Tapi kalau Hormuz ini for sure dia sedang bergerak. Kenapa? Karena setelah Amerika itu mengadakan operasi maritim terbatas, pasti Iran akan balas. Membalas dengan apa? Dengan jalur perdagangan ini pasti akan dia ganggu. Ini adalah balasannya Iran. Sementara berbarengan dengan itu, Israel juga air strike. Israel kan tidak usah lagi harus nunggu sekarang. Kemarin agreement yang kayak gitu saja sudah serang proxy war-nya Iran, Hizbullah, dalam hal ini karena tidak dilibatkan dalam kesepakatan.
🎤 Andromeda Mercury
Betul. Exactly.
🎓 Prof. Budi
Itu juga another reason, Mas. Kalau itu sudah terjadi, maka come to yang tadi Mas sampaikan — itulah fase terakhir akan negotiate again, akan mengadakan yang seperti ini lagi.
🎤 Andromeda Mercury
Kalau saya, peluang itu masih ada, Prof.
🎓 Prof. Budi
Peluang itu masih ada karena berangkat dari fase-fase yang dilakukan itu. Bagaimana Amerika dengan kekuatan maritim, kemudian Iran mengganggu jalur perdagangan, tetap menghalau Amerika yang mau masuk ke pantai, kemudian ditambah lagi Israel air strike. Next step adalah perundingan, perundingan lagi, negosiasi ulang. Kenapa? Itu yang rumus pertama saya bilang tadi bahwa deadlock ini kan equal with Hormuz. Hormuz oke selesai, plus sanksi yang berat, oke itu sudah pasti. Yang terakhir kan regional security, keamanan regional ini. Inilah nanti yang Amerika akan punya agenda baru lagi. Meskipun sebelumnya sudah ada agenda. Agendanya apa? Mungkin tidak, Iran posisi yang dalam historinya kan dikhianati terus sama Amerika Serikat kalau menurun — Iran mungkin tidak melunak.
Segmen 4 — Nuklir, Khamenei & Deadlock Total
🎤 Andromeda Mercury
Oke. Saya lanjutkan lagi dulu.
🎓 Prof. Budi
Dengan security regional ini dia akan memantik bagaimana Saudi dan lain sebagainya itu nanti untuk menekan Iran. Ini agenda barunya. Makanya tadi penting itu deadlock itu rumusnya itu bagaimana.

Kalau berbicara lunak atau tidak lunak, berarti ini bicara biografi, berarti bicara sembilan komponen strategis. Kalau kita selalu berbasiskan — ya kan — di biografinya seorang, Mas bayangkan, Mas saudara Mas, anak Mas meninggal, istri Mas meninggal, kemudian orang yang dipuja-puja Khamenei meninggal, semuanya sudah hilang semua, terus dia masih juga eksis. Apa yang tersisa dalam hidupnya? Hanya satu, spiritually, dia tidak akan pernah melunak.

Apa yang disampaikan oleh pemimpin Iran: pemimpin Iran bilang bahwa jangan ganggu Hormuz. Jangan berikan sanksi. Tapi kalau itu kamu lakukan, maka mau tidak mau saya akan membalas dengan maksimal. Dan ada satu yang suspicious — dia menyampaikan, "Saya akan gerakkan nuklir saya." Di sanalah akhirnya AS berpikir, "It means you have nuklir dong. Berarti kamu punya nuklir dong."

Jadi entah itu yang disampaikan dengan tiga komponen yang dia jangan ganggu gugat. Apabila kamu ganggu gugat maka saya akan habis-habisan. Maka ini, Mas, saya akan undang — I will invite Russia and China. Sebetulnya undang sudah dari dulu-dulu juga sudah undang, tapi kan statement yang diberlakukan oleh pemimpin Iran ini bahwa saya akan bilang istilahnya argumen terbuka, that's legal and official, maksudnya bahwa Russia will be invited and then China also will be invited.

Kalau sudah seperti itu terus gimana? Makanya mau tidak mau nuklir saya akan saya berdayakan. Talking about nuklir, berdayakan memang 60%. Kalau menuju 90%, that's much more danger. Sudah berbahaya sekali. Itu kan memang mengubah itu dari sisinya Iran, matter of time whatever lah prosesnya segala macamlah untuk menuju 90%. Kalau Iran kemudian bilang just matter of time, tidak ada sulitnya kok saya untuk mengubah dari nuclear for peace to nuclear for war just a matter of pushing the button. Itu kan hanya menekan tombol saja.

Jadi kita tidak tahu. Ini simptom ini semakin ketahuan dengan slip of the tongue-nya ini bahwa saya akan gunakan nuklir saya. Saya akan undang Rusia dan China dalam argumen resminya.
Segmen 5 — Gencatan Senjata & Penutup
🎤 Andromeda Mercury
Prof., jadi menurut Anda, kalau memang kemarin ada kesepakatan gencatan senjata 2 minggu ketika perundingan di Islamabad gagal, apakah artinya otomatis gencatan senjata juga batal selama 2 minggu ke depan? I think so, kan?
🎓 Prof. Budi
That's why I mention from the beginning. Saya sudah sampaikan dari awal bahwa ini adalah totally deadlock. Itu tadi tidak semata-mata totally deadlock begitu saja. Jadi ini saling berkelindan.
🎤 Andromeda Mercury
Exactly.
🎓 Prof. Budi
Equal with sanction, equal with Hormuz, equal with regional security yang dia memang unbargainable dan tidak menemukan intersection, tidak menemukan titik tengah, tidak menemukan irisan dari tiga komponen tadi. Akhirnya deadlock, totally deadlock — kan begitu, Mas.
🎤 Andromeda Mercury
Kita tunggu kejutan seperti apa dalam satu dua hari ini. Apakah memang terbuka peluang perundingan Iran atau sama sekali tertutup rapat dan perang besar-besaran akan terjadi antara kedua negara.

Terima kasih banyak Prof. Budi Pramono — analis Iran, Irak, Azerbaijan, dan Turkmenistan, bergabung di Breaking News One sejak tahun 2009. Saya Andromeda Mercury. Selamat sore. Sampai jumpa.
🎬
Saksikan Wawancara Lengkap Prof. Budi & Andromeda Mercury
Breaking News One · Analisis Geopolitik Iran–AS
▶ Tonton di YouTube